Saya Bangga Sebagai Siswa di Damai


Perkenalkan, nama saya Richard. Saya sudah bersekolah di persekolahan Damai kurang lebih hampir memasuki 6 tahun ajaran.

YBHK

YBHK

Damai yang terletak di Jln. Duri Selatan V no.29 ini, merupakan sekolah kebanggan bagi saya tersendiri, karena dari persekolahan Damai, saya sebagai orang beragama Katolik, dididik menjadi anak yang mempunyai sopan santun, tata krama, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia untuk menjadi manusia dan peserta dididik yang berkualitas, baik secara jasmani maupun rohani.

Pada umumnya, sebagian dari siswa – siswi persekolahan lain diluar daerah Jakarta Barat kurang, bahkan tidak mengetahui Sekolah Damai, mengapa?? Karena Sekolah Damai kurang terkenal, ujar sebagian siswa dari sekolah lain yang bertanya pada sebagian siswa Sekolah Damai, pada perlombaan antar sekolah atau Cup yang mengundang Sekolah Damai. Bahkan pertanyaan yang sama seperti ini selalu terlontar dari siswa persekolahan lain, karena memang Sekolah Damai kurang diketahui, atau kurang mempunyai pamor di mata sekolah-sekolah lain.

Dari kasus yang selalu berulang – ulang seperti ini, saya sangat menyayangkan terhadap apa yang telah terjadi pada Sekolah Damai. Menurut saya pribadi, sebenarnya Sekolah Damai ini, mempunyai mutu dan cara pengajarannya yang sangat baik dan menyenangkan, karena guru – guru yang mengajar di persekolahan Damai ini, mempunyai suatu hal, yang mungkin tidak dimiliki oleh guru – guru dari persekolahan lain,yaitu rasa kekeluargaan.

Rasa kekeluargaan ini mulai terasa sangat kental dari pertama kali saya menginjakkan kaki di Sekolah Damai ini. Meskipun saya tidak bersekolah di Sekolah Damai sejak Taman Kanak – kanak (TK), saya bisa melihat guru – guru pengajar dari jenjang Taman Kanak – kanak hingga Sekolah Menengah Akhir ( SMA ) pada saat itu, saya merasakan mereka sangat menyenangakan dan sangat ramah. Hal ini terbukti dengan pengalaman saya masuk Sekolah Dasar ( SD ), saat itu saya murid baru kelas 5 SD, tidak banyak yang saya kenal disana, meskipun hanya beberapa saja yang saya kenal, tetapi tetap saja saya merasa sendirian. Hingga sampai suatu pagi guru tersebut masuk kedalam kelas, ia adalah guru yang paling baik yang pernah saya temui, meskipun sebagai siswa baru, saya yakin guru tersebut sangat baik dan ramah, dan ternyata itu semua benar, beliau selalu membantu saya kapan pun disekolah, dan juga beliau sempat membantu menyelesaikan permasalahan saya dengan teman sekelas saya yang pada saat itu melakukan hal yang keterlaluan terhadap saya. Demikian pula guru – guru lain yang ikut membantu, mereka pun turut menghibur dan membantu menyelesaikan masalah saya, padahal kalau dipikir – pikir lagi, saat itu saya sebenarnya sudah tidak memikirkan hal tersebut lagi. Mereka berbuat seperti itu, karena mereka menyayangi semua peserta didiknya sama seperti mereka mencintai anak – anaknya yang kadang terlihat disela – sela waktu istirahat. Dibelainya rambut halus anak – anak mereka, seperti guru tersebut melindungi dan mendidik saya dan juga teman – teman saya yang lain. Membuat Sekolah serasa rumah kedua bagi saya.

Selain rasa kekeluargaan, ada juga yang membuat saya sangat membanggakan Sekolah Damai, karena Sekolah Damai mempunyai tingkat kedisiplinan yang cukup tinggi, meskipun terkadang terlihat siswa – siswi yang tidak berpakaian rapi, atau melakukan tindakan yang kurang baik, namun saya percaya bahwa mereka ingin mengekspresikan perasaan mereka. Sejauh ini, tidak pernah terlihat hal – hal yang merugikan pihak sekolah, karena setiap siswa masih mempunyai batasan – batasan yang membuat mereka terlihat berbeda dengan siswa – siswi persekolahan lain. Seperti tidak ikut – ikutan tawuran, meskipun pernah terlihat perselisihan antara geng atau kelompok – kelompok tertentu, namun terbentuknya kelompok di Sekolah Damai, tidak menimbulkan aksi yang merugikan pihak sekolah dan pihak masyarakat sekitar.

Hal yang membuat saya bangga terhadap Sekolah Damai adalah mampu bersaing dengan sekolah – sekolah lain, sehingga semangat daya saing dan antusiasme yang tercipta pada masing – masing siswa, membuat siswa – siswa Sekolah Damai terus berupa untuk mendapat dan menjadi yang terbaik.

Sekian tulisan saya mengenai Sekolah saya ini, dan kata terakhir dari saya,” Sekolahku, adalah Damaiku”. Terimakasih dan Tuhan berserta anda…^^

2 comments on “Saya Bangga Sebagai Siswa di Damai

  1. Paulus S. says:

    “Seorang tukang batu yang terampil tidak akan pernah menyalahkan alatnya” Kiranya penulis setuju dengan kata mutiara di atas.

  2. Annie says:

    Setuju banget.. Damai mungkin kurang terkenal (mgkn terlebih lagi dulu, angkatan saya.. sblm 2004) karna lokasi-nya yang menurut aku kurang strategis… tp itu gak membuat Damai ‘kalah pamor’ koq.. Mgkn lebih ditingkatkan lagi prestasi-nya.. lebih banyak lagi ikut serta di perlombaan2 tingkat nasional atau se-jakbar, misalnya.. agar nama sekolah Damai semakin terangkat.. Tentunya juga dengan tidak melupakan prestasi akademis yah, karna itu hal yang paling pokok dan harus diutamakan lebih dulu daripada sekedar prestasi ko-kurikuler atau diluar jam belajar saja.. Gitu aja.. mgkn ga make sense.. tp all i wanted to say is just I’ve never regretted the time I’ve spent with Damai.. dari TK sampe SMU.. Damai has really become my second home!! Untuk yg baru mau gabung sama sekolah Damai, welcome and hope you enjoy your stay! =)

    -Alumni Damai 2004-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s